Skip to main content

5 Cara Mengatasi Penolakan



Sering kali kita merasa gagal dan terpuruk ketika mendapat penolakan. Entah penolakan dari orang lain, kekasih, bahkan keluarga sendiri. Rasanya seperti tidak berarti lagi.

Tapi, sebetulnya ada cara untuk menghadapi penolakan-penolakan tersebut. Semua terletak pada sudut pandang kita melihat penolakan tersebut.

Nah, ada seorang content creator bernama Rama Satya yang membagikan opininya soal cara mengatasi penolakan. Dirangkum dan diolah tuminesia.com, berikut 5 cara inspiratif dalam menghadapi penolakan.

1. Simply Don't Give A Damn


Sering kali kita takut penolakan karena takut dianggap gagal. Kita takut akan komentar orang-orang soal kegagalan kita itu.

Namun, harusnya kita tidak perlu sedih, karena orang yang mengomentari kita itu telah melakukan hal gagal juga: yaitu membuang waktunya untuk membuat kita terpuruk.

Maka, akan jauh lebih keren jika kita menutup kuping dan tetap berusaha. Dengan begitu, waktu yang mereka gunakan untuk menjatuhkan kita, tidak menghasilkan apa-apa.

Kita mengalami perbaikan, mereka tetap dengan kebodohannya, yaitu: membuang-buang waktu. Hehe

2. Perseverance Mindset


Kalau lagi gagal, kita tuh nggak usah kecil hati. Karena penolakan dan kegagalan adalah bagian dari proses dan formula untuk diterima dan sukses.

Kita akan terbiasa dengan penolakan, sehingga kita tidak lagi takut untuk mencoba dan terus mencoba.

Emangnya orang sukses langsung sukses gitu aja? Mana ada... contohnya Jack Ma, dia cerita gini: "I got rejected 30 times. They are all sorry now."

Keren nggak tuh! Biar makin keren, ada kutipan dari Sylvester Stallone yang bisa yakinin kita kalau penolakan itu biasa:

"I take rejection as someone blowing a bugle in my ear to wake me up and get going, rather than retreat" 

BOOM!

3. Rejection is NOT Failure


Penolakan itu bukan berarti gagal, tapi pembelajaran. Kalau nggak belajar, gimana mau berkembang?

"Rejection is your re-direction into something better."

4. It Is Just Not The Right Time


Penolakan bukan berarti nggak mampu, cuma belum waktunya aja. Waktu yang tepat akan datang ketika kita benar-benar siap.

Terkadang memang takdir bermain dengan cara yang unik. Tetap percaya, hasil tidak akan menghianati proses.

5. Celebrate, NOT Regret


Jangan nyesal karena telah mencoba dan ditolak. Menyesalah ketika kita tidak mencobanya sama sekali.

Kita harusnya bangga donk karena berhasil melawan rasa takut dan malas untuk mencoba. Itu juga pencapaian lho... yakin deh, sedikit demi sedikit, pasti suatu saat jadi besar.

Itulah 5 cara inspiratif mengatasi penolakan. Like dan share postingan ini, sebarkan hal positif ke lingkunganmu, dan jangan lupa tetap berjuang ya.

Follow @tuminesiacom untuk konten inspiratif lainnya. Tuminesia - Media Inspirasi Indonesia


Comments

Popular posts from this blog

Tolong Kurangi Jibunnya Sampah Plastik

Semakin hari semakin buruk, semakin lama semakin ada-ada saja, itulah permasalahan lingkungan di Indonesia. Salah satu masalah yang dihadapi negeri ini ialah bejibunnya jumlah sampah plastik. Sampah jenis ini merupakan momok bagi kelangsungan lingkungan. Sifat sampah plastik yang sulit terurai menyebabkan permasalahan pada tanah. Kesuburan tanahnya akan berkurang dan tidak lagi seperti lagu Koes Plus yang "Kolam Susu". " Orang bilang tanah kita tanah surga Tongkat kayu dan batu jadi tanaman " Tidak lagi seperti itu ya kawan.... Apalagi, masyarakat masih saja suka membuang plastik sembarangan, seperti di sungai misalnya. Belakangan kan ada yang viral tuh, seorang warga buang sampah di depan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Seperti itulah kira-kira sifat warga Indonesia yang senang menghapus pengertian empati dan simpati di pikirannya. Padahal, sampah itu akan mengalir ke laut dan dapat mengganggu kelangsungan ekosistem. Belum lagi

Mengapa Candu Update Sosmed?

Kehidupan modern saat ini sudah tak bisa lepas dari media sosial. Orang-orang mulai candu dan betah di dunia maya ini. Fungsi media sosial pun semakin beragam bahkan mulai berlebihan. Media sosial bisa digunakan sebagai alat bersosialisasi, berjualan, dan satu lagi, memamerkan. Ya memamerkan. Saat ini media sosial malah jadi ajang mengekspresikan perasaan atau pamer apapun yang dianggap membanggakan. Pamer itu sendiri semakin berlebihan. Bahkan, ada urusan pribadi yang tidak seharusnya diperlihatkan, malah diumbar-umbar. Ilustrasi by beritauhid.wordpress.com Namun di balik semua itu, mengapa orang begitu candu update sosmed? Apasih alasan seseorang terbiasa memperbarui sosial medianya? Berikut beberapa alasannya: 1. Ada Rasa Senang Jika setiap orang mau berpikir, sebetulnya update kegiatan di media sosial cenderung tidak berguna. Akan tetapi menurut penelitian terakhir, kecenderungan seseorang menceritakan tentang dirinya, berdampak pada pelepasan senyawa kimia di otak